Home Nasional Tetapi Beda dengan Aksi di Lapangan Acungi Dua Jempol Pidato Kenegaraan Jokowi Mardani Ali Sera

Tetapi Beda dengan Aksi di Lapangan Acungi Dua Jempol Pidato Kenegaraan Jokowi Mardani Ali Sera

5 min read
0
0
6

Politikus PKS, Mardani Ali Sera memberikan apresiasi kepada pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi)dalam Sidang Tahunan MPR RI di kompleks Parlemen Gedung DPR/MPR, Jumat (14/8/2020). Hal itu disampaikannya dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi , Sabtu (15/8/2020). Dalam pidatonya tersebut yang juga bertepatan dengan Hari Pramuka, Jokowi menyampaikan di antanya terkait penanganan pandemi Virus Corona (Covid 19), termasuk dampak yang ditimbulkan dan strategi pemulihan ekonomi.

Namun menurut Mardani, apa yang disampaikan Jokowi di dalam pidato tersebut tidak sesuai dengankenyataan yang dilakukan di lapangan. Ia mengatakan pada kenyataannya penanganan pandemi Covid 19 di Tanah Air tidak seperti yang tertuang dalam isi pidato, yakni terlihat semrawut dan justru menimbulkan persoalan persoalan baru. "Yang pertama saya itu di periode ini sudah dua kali dengerin pidato Pak Jokowi, dan dua duanya bagus sekali isinya," ujar Mardani dengan mengacungkan kedua jempolnya.

"Tetapi antara isi pidato dengan aksi dilapangan beda, ada dekopling," jelasnya. Mardani lantas menyimpulkan bahwa penulis pidato tersebut bukanlah Jokowi sendiri, melainkan adalah orang lain yang memiliki wawasan dan ketajaman dalam menghadapi musibah. Namun rupanya tidakterlibatdalam penanganan Covid 19 di Tanah Air.

Maka dari itu, kondisinya justru berbanding terbalikseperti yang dilakukan atau dikerjakan oleh para menteri yang sudah dua kali mendapat teguran dari Jokowi sendiri. "Kayaknya yang bikin adalah orang orang yang punya visi, punya bacaan dan ketajaman, tetapi ketika kerja Pak Jokowi enggak ngajak teman ini," katanya. "Sehingga akhirnya marah marah, tidak ekstraordinary, serapan rendah," terangnya.

"Jadi kalau buat saya, pidatonya baik, tetapi aslinya jauh dari baik, bahkan saya mengatakan melompat jalan saja susah sekarang ini," pungkasnya. Politisi senior Amien Rais memberikan kritisi terhadap pemerintahan Indonesia di bawah pimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya pemerintahan yang dipimpin oleh Jokowi memiliki ketakutan dan kecurigaan terhadap kaum Islam yang bersifat kritis.

Kritik tersebut dilontarkan oleh Amien melalui akun media sosial Instagramnya , @amienraisofficial, Rabu (12/8/2020). Amien menilai selama Jokowi memimpin hingga di periode keduanya ini, demokrasi di Indonesia justru semakin memburuk. "Perkembangan politik nasional bukan semkain demokratis tetapi malahan kian jauh dari spirit demokrasi," ujarnya.

Bahkan Amien mengklaim perpolitikan di masa Jokowi telah menyebabkan perpecahan antar bangsa. "Tidak berlebihan bila dikatakan hasil pembangunan politik di masa Jokowi telah memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," kata dia. Secara spesifik, Amien mengklaim pemerintah saat ini memiliki kecurigaan terhadap umat Islam.

"Kecurigaan dan ketakutannya terhadap umat Islam yang bersikap kritis dan korektif terhadap rezim begitu jelas kita rasakan," papar Amien. Amien menyebut terjadi kriminalisasi dan persekusi terhadap ulama ulama. Namun Amien tidak menyebutkan nama siapa ulama yang ia maksud.

"Kriminalisasi dan demonisasi, dan persekusi terhadap para ulama yang beramar ma'ruf dan bernahi munkar telah menjadi rahasia umum," terangnya. Kemudian, Amien menyarankan agar Jokowi tidak bersikap memihak, hanya membela para pendukungnya. "Membela sekitar separuh anak bangsa dan menjauhi bahkan kelihatan memusuhi sekitar separuh anak bangsa lainnya," kata Amien.

Ia menjelaskan bangsa Indonesia akan semakin terpecah bila terjadi politik partisan. "Tidak boleh seorang presiden terjebak pada mentalitas 'koncoisme' ," tandasnya.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Simak Caranya! LOGIN www.prakerja.go.id buat Daftar Online Kartu Prakerja Gelombang 5

Simak cara mendaftar kartu prakerja gelombang 5 secara online melalui artikel berikut ini.…