Home Nasional Profil Lengkap Rocky Gerung, Pengamat Politik yang Kerap Kritik Pemerintahan Jokowi

Profil Lengkap Rocky Gerung, Pengamat Politik yang Kerap Kritik Pemerintahan Jokowi

9 min read
0
0
3

<div id='KehidupanPribadi'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Rocky Gerung dikenal publik sebagai seorang filsuf, akademisi, pengamat politik, peneliti, panulis, juga narasumber di berbagai acara televisi. Rocky Gerung lahir di Manado pada 20 Januari 1959 silam.

Nama Rocky Gerung mencuat setelah kritikan kritikan tajamnya kepada pemerintahan Joko Widodo mendapat banyak tanggapan di Twitter. Respons terhadap cuitan Rocky Gerung ada yang pro dan tidak sedikit juga yang kontra. Rocky Gerung dikenal juga sebagai seorang yang kerap memakai diksi “dungu” dalam setiap unggahan media sosial maupun dalam perkataannya.

Kehidupan pribadi Rocky Gerung cukup tertutup dan tidak banyak yang beredar di media. Rocky Gerung memiliki latar belakang sebagai alumni Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Rocky Gerung lulus dari almamaternya itu pada tahun 1986.

<div id='Karier'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Berlatar belakang filsafat, Rocky Gerung dikenal sebagai orang yang multi talenta. Rocky Gerung mulai dikenal luas oleh masyarakat setelah komentarnya yang kontroversial di layar kaca dan di media sosialnya.

Rocky Gerung sempat menjadi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia sebagai dosen tidak tetap. Sejak sering tampil sebagai narasumber dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One, Rocky Gerung juga mulai dikenal sebagai seorang pengamat politik. Selain itu, Rocky Gerung juga merupakan seorang peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D).

Pada 2007, Rocky Gerung ikut mendirikan SETARA Institute, sebuah perkumpulan yang didedikasikan bagi pencapaian cita cita dimana setiap orang diperlukan setara dalam menghormati keberagaman. Sebagai seorang yang berlatar belakang filsafat, Rocky Gerung kerap kali mengeluarkan argumentasinya menggunakan Bahasa bahasa filsafat yang tidak jarang menimbulkan pro dan kontra. Rocky Gerung juga kerap menulis di beberapa media massa.

Rocky Gerung pernah menyampaikan kritikannya kepada Presiden Joko Widodo yang mengundang banyak perhatian. Kritikan itu terkait penanganan hoaks atau berita bohong yang dilakukan oleh pemerintah. Menurut Rocky Gerung, pemerintah pada saat itu sedang panik, yang lebih kontroversial ia menyebut bahwa pembuat hoaks terbaik sebenarnya adalah penguasa.

Rocky Gerung semakin populer setelah sering tampil sebagai narasumber di ILC yang dibawakan Karni Ilyas. Rocky Gerung menjadi narasumber untuk berbagai tema yang diangkat oleh ILC. Karena saking menguasai beragam persoalan yang dibahas di ILC, Rocky Gerung kemudian dipanggil dengan sebutan profesor.

Namun Rocky Gerung menolak dipanggil profesor, ia mengatakan sebenarnya bisa jadi profesor, tapi tidak perlu. Tak hanya itu, Rocky Gerung juga kerap berinteraksi di media sosial Twitter. Cuitannya selalu bernas dan kadang mengocak perut warganet.

Beragam komentar pun bemunculan, baik yang pro maupun kontra. Rocky Gerung juga kerap mengisi kelas kelas diskusi kecil dengan para mahasiswa. Diskusi diskusi itu kerap diunggahnya di kanal Youtub miliknya, .

<div id='Kontroversi'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa Rocky Gerung adalah seorang yang kontroverisal. Gelar profesor yang kerap disematkan kepada dirinya menjadi salah satu kontroversi, setelah diketahui bahwa dia hanya tamat S1.

Selain itu, Rocky Gerung juga ternyata bukan seorang dosen UI seperti yang diketahui oleh publik sebelumnya. Rocky Gerung juga pernah dilaporkan karena pernyataannya terkait kitab suci fiksi dalam sebuah episode di ILC. Rocky Gerung dilaporkan oleh Permadi Arya atau yang sering dipanggil Abu Janda ke Polda Metro Jaya karena kasus tersebut.

Rocky Gerung dilaporkan karena ucapannya dinilai menyinggung soal isu permusuhan bertema SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Laporan tersebut diterima oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/2001/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 11 April 2018. Permadi pun melaporkan Rocky Gerung dengan tindak pidana ujaran kebencian Pasal 28 ayat(2) jo pasal 45 A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

<div id='Buku'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Teori Sosial dan Praktek Politik 1991 Hak Asasi Manusia: Teori, Hukum, Kasus, 2006

<div id='Jurnal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Pluralisme dan Konsekwensinya: Catatan Kaki untuk Filsafat Politik’ Nurcholish Madjid 2007 Feminisme versus Kearifan Lokal 2008

Representasi, Kedaulata, dan Etika Publik 2010 Feminist Pedagogy: A Political Position 2016 Feminist Ethics against Stigma of Theocracy Patriarchy: a Reflection of 2014 Presidential Election

<div id='Pembicara'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Narasumber dalam Seminar Hari Pendidikan Nasional yang digelar DPP PKS, 2 Mei 2018 Pembicara dalam Monday Executive Sharing Session (MESS), di Tangerang, 27 Agustus 2018

Aktif menjadi narasumber di Indonesia Lawyers Club, Tv One Narasumber di Kuliah Umum Universitas Bosowa Makassar *Update informasi terakhir pada 24 Juli 2019

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Maksud di Balik Kode ”Siap Mainkan” Dalam Kasus Suap Harun Masiku-Wahyu Setiawan

Terdakwa Saeful Bahri didakwa memberikan suap SGD 19 ribu dan SGD 38 ribu atau setara Rp 6…