Home Haji Pengelola Perjalanan Beberkan Plus-Minus Keputusan Pembatalan Ibadah Haji 2020

Pengelola Perjalanan Beberkan Plus-Minus Keputusan Pembatalan Ibadah Haji 2020

8 min read
0
0
2

Pimpinan Cabang Sahid Tour Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Abdullah Musa membeberkan plus minus dari kebijakan pembatalan pemberangkatan ibadah haji di tahun 2020. Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi membatalkan pemberangkatan ibadah haji pada tahun ini. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi lewat siaran pers, Selasa (2/6/2020).

Musa menjelaskan, kebijakan di atas memiliki berbagai macam dampak, baik untuk pengelola perjalanan maupun calon jemaah ibadah haji. Musa menjelaskan dampak positif pertama terkait dengan keilmuan pelaksanaan ibadah haji yang dimiliki para calon jemaah. Dengan pembatalan otomatis waktu jemaah untuk memperdalam ilmu tersebut akan lebih panjang.

Dampak plus kedua menurut Musa, dengan ditundanya ibadah haji di tahun depan dapat membuat para jemaah lebih leluasa melakukan ibadah di Tanah Suci. Hal ini mengingat ibadah haji dilaksanakan oleh jutaan umat Islam dari berbagai berlahan dunia. "Jadi pada saat virus corona sudah hilang kita bisa lebih leluasa."

"Kalau saat ini tetap dilaksanakan ibadah, sulit untuk dilakukannya physical distancing . Nanti khawatir tidak bisa melakukan ibadah baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi," imbuhnya. Musa melanjutkan, dampak positif ketiga momen ini dapat mencetak para jemaah menjadi pribadi yang lebih sabar. "Karena dengan bersabar Allah akan memberikan balasan terbaik,"lanjutnya.

Musa menyebut terkait kebijakan penundaan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 ke tahun 2021 merugikan para jemaah yang sudah memasuki usia renta. Ia menyebut rata rata calon jemaah berusia sekitar 50 tahun, bahkan tidak sedikit yang memasuki usia 75 tahun ke atas. Sehingga dengan ada penundaan, jemaah tersebut berpacu dengan waktu.

"Mundur setahun mungkin bisa menurunkan tingkat kesehatan mereka," kata dia. Musa juga menjelaskan, langkah pemerintah terkait masalah ini berdampak pada finansial dari para pelaku usaha perjalanan haji dan umrah. Di mana seharunya sudah bisa dilakukan pembukuan, tertunda akibat mundurnya jadwal keberangkatan jemaah.

"Kita sebagai travel kita otomatis ibarat secara finansial kita akan kehilangan." "Seharusnya kita bukukan menjadi benefit atau untuk automatis pending," tuturnya. Terakhir dampak negatifnya, pihak pengelola perjalanan juga diharuskan membuat perjanjian baru.

Mengingat harga akomodasi perjalanan ibadah haji dapat naik di tahun depan. "Kemungkinan besar itu tahun depan harga semua hotel maupun penginapan lain akan berbeda dengan tahun ini." "Otomatis kita harus membuat perjanjian baru lagi," ucap dia.

Musa mengaku pihaknya sudah legawa menerima keputusan dibatalkannya pemberangkatan ibadah haji tahun ini. "Dengan pengumanan seperti ini kita semuanya, Insya Allah legawa ini menjadi jalan terbaik." "Dan Insya Allah ada hikmah terbaik buat kita," ucapnya.

Musa kemudian menjelaskan syarat untuk bisa menjalankan ibadah haji. Ia mengatakan dari sekian syarat, kondisi mampu harus diperhatikan. Kondisi mampu ini tidak hanya soal kondisi fisik para calon jemaah atau dari segi keuangan.

Namun, juga perihal kemampuan tempat pelaksanaan ibadah haji itu sendiri. "Yang diwajibkan untuk ibadah haji itu bagi yang telah mampu. Mampu tidak hanya dari fisik sehat atau materi, tapi juga dari segi tempat ibadah haji, yakni Kota Mekkah dan Madinah." "Tempatnya tidak dimungkinkan dan akhirnya pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memutuskan tidak melakukan pemberangkatan ibadah haji tahun ini," urai Musa.

Terkait kondisi ini, Musa berharap kondisi kembali normal dan ibadah haji serta umrah dapat dilaksanakan mulai tahun depan. "Dan tawakal kepada Allah mudah mudahan virus corona segera hilang, dan kita aktivitas normal lagi, baik itu ibadah haji dan umrah," lanjutnya. Musa menjelaskan para calon jemaah haji melalui biro perjalanan Sahid Tour telah mendengar keputusan dari pemerintah tersebut.

Ia mengaku para jemaah juga sudah ikhlas dengan kondisi itu. "Kita umumkan. Alhamdulillah semua jamaah haji itu menerima dengan legawa dengan lapang dada tidak ada yang nggrundel dan tidak ada yang kecewa," kata Musa. Bahkan menurut Musa ada jemaah yang merasa bersyukur dengan penundaan pemberangkatannya di tahun depan.

"Mereka khawatir dengan kesehatannya. Bahkan ada dari jemaah kami yang habis dari Amerika Serikat menceritakan kondisinya saat terserang Covid 19." "Kalau terkena Covid 19 sangat menyakitkan dan berbahaya, beliau menyampaikan pemerintah Indonesia sangat berhati hati dalam kondisi seperti ini," bebernya. Musa dalam kesempatan tersebut juga menyinggung terkait biaya yang telah dibayarkan oleh para jemaah.

Ia menyebutpara jemaah rencananya tidak akan mengambil dana yang telah masuk ke Sahid Tour. Oleh karena itu, Sahid Tour telah bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Kementerian Agama untuk mengelola dana dari para jemaah. "Melalui BPKH yang mengelola dan terkait dengan manfaatnya akan dikembalikan kepada jemaah terkait dana yang telah disetorkan."

"Insya Allah kami bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk ibadah haji pada 2021 akan diberangkatkan," lanjutnya. Musa menambahkan, ia meminta masyarakat untuk bersabar dan memanfaatkan penundaan ini untuk lebih mematangkan persiapan diri ke Tanah Suci. "Harapan menjaga kesehatan dan motivasinya. Serta terus belajar terkait dengan ilmu agama, sehingga pelaksanaan ibadah haji tahun depan lebih siap," tandasnya.

Load More Related Articles
Load More In Haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *