Home Otomotif Operasi Patuh 2019 Mulai Digelar, Pengendara Ojol Tetap Terkena Razia Polisi

Operasi Patuh 2019 Mulai Digelar, Pengendara Ojol Tetap Terkena Razia Polisi

4 min read
0
0
8

Operasi Patuh 2019 telah mulai digelar sejak Kamis (29/8/2019) kemarin hingga 11 September 2019 mendatang. Razia yang bertajuk Operasi Patuh 2019 ini untuk menindak pelanggar lalu lintas, agar menciptakan situasi lalu lintas yang aman, lancar dan tertib. Kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, juga menjadi perhatian polisi dalam Operasi Patuh 2019.

Dalam Operasi Patuh Jaya 2019, ojek online atau ojol juga tidak lepas dari sasaran razia oleh kepolisian ini. Ditlantas Polda Metro Jaya akan tetap memberhentikan ojol meski mereka masih membawa penumpang. Dikutip dari Kompas.com , Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir mengatakan, ojol merupakan bagian dari pengendara di jalan raya.

Sehingga, jika ojol melanggar kepatuhan lalu lintas juga akan dikenai tindakan atau tilang. "Ojek online satu bagian pengendara lalu lintas di jalan, jadi misalnya dia terkena razia bisa banyak hal yang ada pelanggaranya." "Misalnya tidak menggunakan helm, tidak bawa STNK, atau lawan arus, itu pelanggaran," kata Nasir kepada Kompas.com, Kamis (29/8/2019).

Muhammad Nasir menyebutkan, dalam penyelenggaraan hari pertama Operasi Patuh Jaya 2019, pihaknya belum menemukan pelanggaran ojol karena bermain ponsel. Akan tetapi, jenis pelanggaran yang ditemukan oleh pihak kepolisian sifatnya masih umum mengenai kelengkapan dan berkendara. "Sebab pelanggaran lalu lintas itu pelanggaran yang kasat mata, yang terlihat langsung, tidak lewat penyelidikan."

"Mungkin dari jauh mereka main HP tapi waktu terkena razia tidak, jadi ditindaknya bukan karena HP," kata Nasir. 1. Melawan arus 2. Berkendara di bawah pengaruh alkohol

3. Menggunakan ponsel saat mengemudi 4. Tidak menggunakan helm SNI 5. Mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan

6. Melebihi batas kecepatan 7. Berkendara di bawah umur (tidak memiliki SIM) 8. Kendaraan roda dua atau empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan standar

9. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan 10. Berkendara sepeda motor dengan berboncengan tiga orang 11. Kendaraan bermotor roda dua atau empat yang tidak dilengkapi STNK

12. Kendaraan bermotor yang memasang rotator dan atau sirine yang bukan peruntukannya 1. Jika mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan. Denda Rp 250.000. 2. Tidak dapat menunjukkan surat izin mengemudi (SIM), denda Rp 250.000.

3. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, denda Rp 1 juta. 4. Kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan STNK yang ditetapkan, denda Rp 500.000. 5. Kendaraan tanpa pelat nomor yang lengkap, denda Rp 500.000.

6. Tidak mengenakan helm dan sabuk pengaman, denda Rp 250.000. 7. Memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan lalu lintas, denda Rp 500.000.

Load More Related Articles
Load More In Otomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

KTM 200 Duke Segera Meluncur di AS dengan Desain Anyar

KTM 200 Duke saat ini menjadi sepeda motor pertama dari produsen asal Austria yang dibuat …