Home Metropolitan Kami Khawatir Dia Enggak Nyaman Identitas 2 WNI Positif Virus Corona Terungkap menuju Publik Kemenkes

Kami Khawatir Dia Enggak Nyaman Identitas 2 WNI Positif Virus Corona Terungkap menuju Publik Kemenkes

5 min read
0
0
6

Dua warga negara Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit virus corona, kini kondisi kesehatannya sudah semakin membaik. Namun, dikhawatirkan kondisi psikologis kedua pasien memburuk, karena terungkapnya identitas seperti nama dan alamat rumah. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto khawatir pasien akan merasa tak nyaman di tengah masa perawatan di ruang isolasi.

"Kondisi baik, tetapi secara psikologis yang kami khawatirkan karena dia merasa enggak nyaman karena dikenal di mana mana, rumahnya diketahui siapa saja," kata Yuri di Kementerian Kesehatan, Rabu (4/3/2020), dikutip dari . Ia menjelaskan, penyebutan identitas pasien corona merupakan bagian dari pelanggaran Undang undang. Diharapkan, pengungkapan identitas ini bisa segera ditindak oleh aparat Kepolisian.

"Ini jelas melanggar aturan perundang undangan. Kominfo sudah berkoordinasi dengan Bareskrim ini akan ditindak," imbuh Yuri. Informasi soal dua warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus corona, ternyata disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumdiketahui pasien. Hal tersebut diakui oleh Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Mohammad Syahril.

Ia mengatakan, pihaknya tak bisa jika menyampaikan kabar tersebut begitu saja, tanpa ada arahan dari pemerintah. "Jadi ini kan wabah ya. Kalau pengumuman wabah ada aturan siapa yang harus berbicara pertama kali." "Saya pun sebagai Dirut tidak boleh bicara," kata Syahril di RSPI, Rabu (4/3/2020), dikutip dari .

Menurutnya, pengumuman yang disampaikan oleh Jokowi tersebut sudah sesuai dengan Undang undang yang berlaku. "Itu sudah aturannya. Luar biasa kemarin Presiden yang mengumumkan dan itu sudah ada UU nya." "Kami pun tidak memberi tahu ke pasien sebelum presiden mengumumkan," jelas Syahril.

Kapolsek Sukmajaya, AKP Ibrahim Sadjab mengatakan, polisi telah memasang garis polisi di rumah dua pasien virus corona di Depok. Ia mengatakan, garis polisi tersebut dipasang berdasarkan instruksi Dinas Kesehatan Kota Depok. "Harus disterilisasi 20 meter dari ruangan terakhir di mana pasien atau dikira mengidap corona," jelas Ibrahim Depok, Senin (2/3/2020), dikutip dari .

"Ini kita harus amankan 20 meter dari posisi terakhir," lanjutnya. Menurut Ibrahim, akses menuju rumah pasien terdapat banyak hunian warga. "Digaris polisi jangan sampai ada rekan rekan atau teman teman yang ingin tahu melewati ini."

"Posisi rumah sekarang diisolasi," tegas Ibrahim. Achmad Yurianto menyampaikan, kedua pasien tersebut juga sudah tak lagi mengalami demam. "Kondisinya sudah lebih baik dari kemarin," kata Yuri, dikutip dari , Rabu (4/3/2020).

Meski masih mengalami batuk, namun dipastikan kondisi mereka sudah membaik. "Batuk tapi jarang jarang, mudah mudahan nanti semakin membaik," ujar Yuri. Menurutnya, dua pasien positif corona itu diperbolehkan pulang, jika sudah dua kali dinyatakan negatif corona saat pemeriksaan.

"Harus dua kali negatif (untuk bisa pulang)," jelasnya, dikutip dari . Pemeriksaan virus akan dilakukan pada hari kelima dan hari ketujuh setelah kedua pasien dirawat sejak Senin (2/3/2020). Mereka akan kembali dirawat, jika pada hari kelima tetap dinyatakan positif.

"Nanti hari kelima kita tes lagi kalau negatif dua hari kemudian kita cek negatif ya pulang," ungkapnya.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pelaku Diduga Incar Pengendara Motor Sudah Ada 3 Kejadian Rentetan Penembakan Misterius di Serpong

Beberapa hari terakhir, warga Serpong, Tangerang Selatan digegerkan dengan adanya peristiw…