Home Nasional Jika Tak Ada Keluhan Tak Masalah Pemerintah akan Lacak Orang Terdekat 2 WNI Positif Corona Terawan

Jika Tak Ada Keluhan Tak Masalah Pemerintah akan Lacak Orang Terdekat 2 WNI Positif Corona Terawan

6 min read
0
0
6

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan menelusuri satu per satu orang yang melakukan kontak fisik dengan dua warga negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto di RSPI Sulianti Saroso. "Melalui Dinas Kesehatan, yang namanya tracking ya seperti itu."

"Akan mencoba mengontak satu per satu, apa yang dirasakan, apa yang dikeluhkan," kata Terawan, dikutip dari . Terawan juga mengatakan tidak semua orang yang kontak fisik dengan pasien positif corona akan tertular virus tersebut. Penularan virus corona dari Kota Wuhan, China ini tergantung pada daya tahan tubuh masing masing orang.

"Kalau tidak ada keluhan, tidak ada yang dirasakan, ya tidak ada masalah." "Orang ini kayak flu biasa juga, cuma ini namanya corona," ucap Terawan. Namun, terkait penyebaran virus corona,orang orang tersebut akan tetap masuk dalam daftar pemantauan pemerintah.

Sebelumnya,Terawan membeberkan kronologi dua WNIitupositif virus corona. Dua WNI yang terjangkit virus corona merupakan warga Depok, Jawa Barat. "Awalnya ada WN Jepang yang tinggal di Malaysia melakukan perjalanan ke Indonesia."

"Lalu, dia kembali ke Malaysia setelah beberapa hari sakit," ujar Terawan, Senin (2/3/2020), dikutip dari . Kemudian WN Jepang tersebut diperiksa oleh tenaga medis di Malaysia. WN Jepang tersebut setelah diperiksa beberapa hari kemudian dipastikan positif virus corona.

Terawan mengatakan tepatnya pada pekan lalu tenaga medis di Malaysia memastikan WN Jepang itu terjangkit virus corona. "Pemerintah Malaysia kemudian menghubungi kita (Indonesia)," ujar Terawan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan lantas melakukan penelusuran di wilayah mana saja WN Jepang tersebut beraktivitas di Indonesia.

"Kami lakukan tracking melakukan close contact dengan pasien ini." "Kita tindak lanjuti, sistem di sini berjalan," ungkap Terawan. Kemudian, Kemenkes melakukan pelacakan lebih dalam setelah mengetahui di mana saja WN Jepang itu beraktivitas.

Untuk mencari tahu siapa saja yang pernah melakukan kontak fisik dengan WN Jepang itu. "Begitu dengar berita, kita melakukan penelusuran dan pemisahan dan siapa pun yang close contact , selalu kita periksa detail." "Orang yang tinggal dengan dua orang ini dipisah, juga sudah kita pisahkan," kata Terawan.

Akhirnya diperoleh seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun mengalami gejala batuk, pilek, sesak disertai demam. "Jadi dua orang ini, rumahnya kita cek sehingga kita bawa dua duanya, ibu dan anak, umur 64 tahun dan 31 tahun," ujar Terawan. Kemenkes segera mengisolasi rumah keduanya.

Diketahui, ibu beserta putrinya langsung dibawa ke ruang isolasi khusus di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Soelianti Saroso, Jakarta Utara. Pihak rumah sakit setelah dua hingga tiga hari observasi menginformasikan kedua warga Depok itu positif corona. "Saya baru diberi hasil tadi pagi, langsung lapor Bapak Presiden untuk mengumumkan. Ini bagus sebagai keterbukaan informasi. Tidak ada yang ditutupi dan dibikin horor," lanjut dia.

Menurut Terawan, relasi dua WNI dengan WN Jepang yang terjangkit corona tersebut merupakan teman dekat. "Orang Jepangnya datang ke rumah, lalu dua orang ini mengeluhkan batuk pilek biasa. Jadinya agak sesak dan demam. Tapi sekarang ini kondisinya sekarang hanya batuk pilek," ungkap Terawan. Kendati demikian, Terawan meminta masyarakat agar tidak panik menanggapi WNI terjangkit virus corona.

"Kalau mengalami batuk, sesak nafas dan demam, segera datang ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. "Harus diingat, ini penyakit self limited disease , penyakit yang sembuh sendiri," ujar Terawan. Terawan pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan gaya hidup sehat.

"Sama seperti virus yang lain, angka kematian di bawah 2 persen, dan tergantung imunitas tubuh." "Dari awal saya bilang jaga imunitas dan higienitas, gerakan hidup sehat digaungkan di mana mana," lanjut dia.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Maksud di Balik Kode ”Siap Mainkan” Dalam Kasus Suap Harun Masiku-Wahyu Setiawan

Terdakwa Saeful Bahri didakwa memberikan suap SGD 19 ribu dan SGD 38 ribu atau setara Rp 6…