Home Nasional Ini Tanggapan Puspen TNI Istri TNI Nyinyir di Medsos Ada Panduan Penggunaan Medsos Bagi Prajurit

Ini Tanggapan Puspen TNI Istri TNI Nyinyir di Medsos Ada Panduan Penggunaan Medsos Bagi Prajurit

4 min read
0
0
4

Banyaknya istri para TNI yang nyinyir di media sosial terkait penusukan Menkopolhukam, Wiranto sempat jadi perbincangan. Pasalnya tiga anggota personel TNI yang mendapatkan sanksi karena ulah sang istri yang Nyinyir di media sosial. Ketiga prajurit tersebut adalah Kolonel HS yang menjabat sebagai Kodim Kendari, Sersan Dua Z, dan Peltu YNS, anggota POMAU Lanud Muljono Surabaya.

Sanksi yang diberikan kepada ketiga prajurit tersebut diantaranya mencopotan jabatan hingga penahanan selama 14 hari. Berkaitan dengan hal tersebut, ramai beredar mengenai panduan penggunaan media sosial prajurit di berbagai media sosial. Menanggapi hal tersebut, pihak TNI mengklarifikasi hal tersebut dengan mengunggahnya melalui akun @puspenTNI.

"Selamat siang… Hati2 ya #sobatpuspen Jangan mudah percaya dengan berita yg tidak jelas sumbernya. Selalu saring sebelum sharing #tni #mabestni #puspentni #hoax #turnbackhoax"

Dalam unggahan tersebut, pihak TNI menghimbau agar para masyarakat untuk jangan mudah percaya dengan berita yang tidak jelas sumbernya. Kemudian pihaknya juga meminta masyarakat untuk terlebih dahulu menyaring sebuah berita sebelum menyebarluaskan. Seperti yang diketahui, KolonelHendi Suhendidicopot dari jabatannya sebagai Dandim Kendari lantaran ulah sang istri.

Sanksi pencopotan KolonelHendi Suhendiini karena ulah sang istri,Irma Zulkifli Nasutionyang nyinyir terkait penusukan yang dialami Menko PolhukamWiranto. Irma Zulkifli Nasution menuliskan kata kata bernada negatif terkait peristiwa tersebut. "Kita juga dasarnya adalah kepada ketentuan yaitu Undang Undang. Pasal 8 Ayat A tentang ketaatan, dan pasal 9 itu ketentuan jenis hukuman," kata Surawahadi di Korem 143 Halu Oleo.

Menurut Surawahadi, ada tiga jenis sanksi atau hukuman yang telah ditetapkan. Pertama teguran, hukuman ringan 14 hari, dan hukuman berat. Terkait cuitan istri mantan Dandim Kendari, Hendi, tentangWiranto, ia dijatuhi hukuman ringan berupa penahanan selama 14 hari. Seusai acara, Kolonel Hendi menyampaikan bahwa dia menerima apapun keputusan pimpinan yang telah dikeluarkan terhadapnya. Hendi siap menjalankan hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

"Saya terima, jadikan pelajaran, saya terima salah. Apapun keputusan dari pimpinan saya terima, dan memang itu mungkin pelajaran bagi kita semua," ujar Kolonel Hendi kepada sejumlah wartawan usai Sertijab di Aula Sudirman Makorem Kendari, Sabtu (12/10/2019) siang. "Ambil hikmah buat kita semua," kata Kolonel Hendi. Padahal KolonelHendi Suhendibaru mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) dengan pejabat lama Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya di Makorem 143/Ho Kendari pada 19 Agustus 2019.

PadahalHendi Suhendimantan Dandim 1417 Kendari itu baru menjabat selama 55 hari. Hendi Suhendi, Dandim Kendari tersebut akan menjalani hukuman disiplin militer selama 14 hari, yaitu penahanan ringan. Penahanan tehitung mulai hari Sabtu (12/10/2019).

Kolonel Hendi akan diserahkan ke Denpom Kendari untuk menjalani hukuman militernya. Sebelum KSAD Jenderal Andika dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna menjatuhkan sanksi pencopotan pada tiga anggota TNI akibat unggahan sang istri. Sementara ketiga istri mereka, yakni Irma Zulkifli Nasution, LZ, dan FS telah dilaporkan ke polisi karena dianggap melanggar UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Simak Caranya! LOGIN www.prakerja.go.id buat Daftar Online Kartu Prakerja Gelombang 5

Simak cara mendaftar kartu prakerja gelombang 5 secara online melalui artikel berikut ini.…