Home Metropolitan Ini Pengakuan Korban Kepada Polisi Fakta Baru Kasus Suami Tusuk Istri di Serpong Terungkap

Ini Pengakuan Korban Kepada Polisi Fakta Baru Kasus Suami Tusuk Istri di Serpong Terungkap

7 min read
0
0
2

Fakta terbaru terkait kasus suami tusuk istri di Cluster Viola Residence, Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (4/2/2020) lalu terungkap. Siska (40), korban penusukan suaminya sendiri, Azwar (35), mengungkap penyebab peristiwa tersebut terjadi. Siska akhirnya pulih setelah dua pekan lamanya mendapat perawan intensif di Rumah Sakit Permata Ibu, Ciledug, Kota Tangerang.

Kepada polisi, Siska mengungkap bila suaminya sebelum peristiwa terjadi mengalami depresi dan harus rutin meminum obat penenang. Kapolsek Serpong, Kompol Stephanus Luckyto, mengatakan tiga bulan belakangan sebelum kejadian penusukan, Azwar sudah bosan dan tidak mau mengonsumsi obat penenang yang diresepkan dokter. "Cuma kan karena suaminya merasa capai dan bosan dan jenuh harus minum obat terus, jadi kurang lebih tiga bulan dia sudah menghentikan itu (minum obat)," tambahnya.

Namun, dampak dari berhenti minum obat itu, justru membuat Azwar sering kambuh depresi. Emosinya menjadi tidak stabil dan sering dicurahkan kepada sang istri. "Memang efek dan dampaknya, tiba tiba sering marah," ujarnya.

Ketika Siska, sang istri, mengingatkan Azwar untuk meminum obat, emosinya meledak. "'Pah, itu minum obat yang diresepin sama dokter', marah dia, capai, bosan. Si istri sudah mengaku itu, tiba tiba marah. Terus kalau diingatkan, marah suaminya ini," jelasnya. Emosi dan depresi Azwar memuncak dan bercampur dengan halusinasi, sampai akhirnya ia tega menusuk istrinya sampai berkali kali dan bersimbah darah.

"Puncaknya ya kemarin itu, jadi istri seolah olah dajal itu," jelasnya. Kendati begitu, Luckyto mengatakan, secara status hukum, Azwar masih tersangka. Ia dijerat pasal 351 ayat 2 KUHPIdana, tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Siska (40), sudah pulih setelah melalui penanganan medis intensif selama sekira dua pekan pasca ditusuk berkali kali oleh suaminya sendiri, Azwar (35), di kediamannya di Cluster Viola Residence, Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa dini hari (4/2/2020) lalu. Siska menderita 15 luka tusukan di sekujur tubuhnya dari kepala hingga kaki. Bahkan, pembuluh dararahnya sobek dan harus dioperasi untuk menyambungnya kembali.

Ia juga harus ditangani sampai 185 jahitan untuk menutup luka tusukan akibat hujaman suaminya itu. Kapolsek Serpong, Kompol Stephanus Luckyto, yang menangani kasus itu, terus memantau perkembangan kondisi Siska. "Istrinya sekarang sedang recovery di Palembang, di kampungnya," ujar Luckyto melalui sambungan telepon, Kamis (20/2/2020).

Luckyto mengatakan, pihaknya sudah menggali keterangan dari Siska. Siska mengalami trauma hebat, usai peristiwa yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya itu. Ia ingin proses hukum yang menjerat suaminya, terus berlanjut.

"Sudah dimintai keterangan, dia cukup trauma. Terus dia ingin proses ini terus berjalan lah," ujarnya. Azwar (35), pelaku penusukan Siska (40), istrinya sendiri, sampai harus menjalani operasi penyambungan pembuluh darah dan 185 jahitan, berpotensi bebas hukum. Hal itu jika pada proses pemeriksaan psikis yang sedang dijalaninya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Azwar terbukti mengalami gangguan jiwa.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Muharram Wibisono Adipradono, mengatakan, hasil pemeriksaan psikis itu baru bisa diketahui sekira hari Selasa (18/2/2020). Muharram mengatakan, bebas pidana itu mengacu pada pasal 44 KUHPidana. "Otomatis nanti kalau itu terbukti secara medis dikeluarkan oleh yang berwenang yaitu dari pihak medis, tentunya proses ini akan dihentikan," ujar Muharram.

Muharram mengungkapkan, kelakuan keji Azwar juga sudah pernah dilalukan sebelumnya kepada adik kandungnya sendiri. Tidak disebutkan bentuk penganiayaannya, namun Muharram mengatakan, hal itu bisa menjadi indikasi gangguan jiwa. Terlebih, Azwar juga memiliki riwayat menggunakan narkotika sampai harus direhabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) semasa SMA dan kuliah.

"Cuma apa bila kita gali lagi dari keterangan saksi, yang bersangkutan inipun punya catatan, dulunya itu pernah melakukan penganiayaan terhadap adik kandungnya sendiri. Nah inilah yang menggerakkan kita untuk mencari tahu apakah memang yang bersangkutan ini dari dulu sudah mengalami gangguan kejiwaan," ujarnya. Kendatipun begitu, Muharram menegaskan, saat ini status hukum Azwar masih tersangka. Ia dijerat pasal 44 Undang undang PKDRT tentang kekerasan dalam rumah tangga.

Hal itu karena penganiayaan yang dilakukannya tanpa bantuan orang lain. Hukuman pasal tersebut adalah penjara paling lama selama lima tahun atau denda paling banyak Rp 15 juta. "Pasalnya yang digunakan adalah 44 ayat 2 Undang undang KDRT. Ini kan karena hubungan suami istri tanpa bantuan orang lain," jelasnya.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pelaku Diduga Incar Pengendara Motor Sudah Ada 3 Kejadian Rentetan Penembakan Misterius di Serpong

Beberapa hari terakhir, warga Serpong, Tangerang Selatan digegerkan dengan adanya peristiw…