Home Otomotif Ini Akibat Kebiasaan Buruk Kaki Kiri Menempel Pada Pedal Kopling Mobil Tanpa Disadari

Ini Akibat Kebiasaan Buruk Kaki Kiri Menempel Pada Pedal Kopling Mobil Tanpa Disadari

3 min read
0
0
3

Padahal kebiasaan tersebut sangat tidak disarankan, karena bisa mempercepat kerusakan pada komponen mobil terutama pada bagian kopling. Pedal kopling yang terus ditekan meski dengan kekuatan ringan akan berimbas pada tenaga yang dirilis oleh kopling. Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna menjelaskan, saat kaki kiri diletakkan pada pedal kopling bisa membuat kopling merilis sekitar 20 persen.

“Biasanya ini dilakukan oleh pengemudi pemula atau para ibu ibu, jadi meskipun hanya diletakkan kopling tetap merilis 20 persen. Kalau 100 persen sekalian malah tidak apa apa karena tidak berjalan sekalian,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini. Suparna menambahkan, kondisi ini jika terus dilakukan akan membuat kopling cepat aus. Hal ini disebabkan kopling menjadi slip saat mesin bergerak plat kopling dan flywheel, cover kopling menyatu.

“Hal itu membuat kopling menjadi tergerus, tergesek, setiap kali mobil terpakai. Seharusnya kopling baru akan tergerus saat terjadi perpindahan gigi,” ucapnya. Suparna mengatakan, saat mengemudikan mobil sebaiknya kaki tidak terus terusan diletakkan di atas pedal kopling. Selain membuat kaki lebih cepat lelah juga akan berdampak pada usia komponen kopling mobil. Selain meletakkan kaki kiri pada pedal kopling, penyebab lain pendeknya usia kopling adalah keseringan memindahkan transmisi.

Menurut Suparna, untuk menjaga usia kopling lebih awet sebaiknya tidak terlalu sering berganti gigi. “Usia rata rata kopling mencapai 80.000 kilometer, tetapi karena perilaku itu bisa jadi sebelum masa usia itu kopling sudah harus diganti,” katanya. Kemudian, sering menggunakan setengah kopling juga berpengaruh pada keausan kopling lebih sering menggunakan setengah kopling maka membuat kopling akan lebih cepat aus.

“Tidak apa apa menggunakan setengah kopling, tetapi jangan sering sering menggunakannya hanya insidentil saja. Misalkan saat berada di tanjakan untuk mengantisipasi mobil agar tidak melorot,” katanya. Jika tidak perlu dilakukan, Suparna menyarankan lebih baik menggunakan rem tangan atau parking brake. Penggunaan itu akan bisa memperpanjang usia kopling.

Load More Related Articles
Load More In Otomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

KTM 200 Duke Segera Meluncur di AS dengan Desain Anyar

KTM 200 Duke saat ini menjadi sepeda motor pertama dari produsen asal Austria yang dibuat …