Home Internasional Inggris & Taiwan Setuju Penggunaannya buat Pasien Corona Jepang Remdesivir Kini Makin Diminati

Inggris & Taiwan Setuju Penggunaannya buat Pasien Corona Jepang Remdesivir Kini Makin Diminati

4 min read
0
0
4

Remdesivir, produksi Gilead Sciences, AS, makin diminati untuk mengobati pasien Covid 19. Pemerintah Taiwan pada Sabtu (30/5/2020) menyetujui penggunaan remdesivir untuk mengobati penyakit yang disebabkan virus corona. Pemerintah berbagai negara sedang berlomba meningkatkan pasokan remdesivir, yang mengantongi persetujuan regulator AS bulan ini untuk penggunaan darurat. Gilead, yang berbasis di California, mengatakan akan menyumbangkan 1,5 juta dosis remdesivir, cukup untuk mengobati sedikitnya 140 ribu pasien dalam memerangi pandemi global.

Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) menyebutkan Badan Pengawas Makanan dan Obat obatan Taiwan mempertimbangkan fakta kemanjuran dan keamanan remdesivir telah didukung oleh bukti awal dan penggunaannya disetujui oleh sejumlah negara lain. Atas dasar itu, CECC berpendapat persyaratan telah terpenuhi bagi persetujuan penggunaan remdesivir pada pasien yang terkena infeksi Covid 19 kategori parah. Taiwan sukses mencegah penyebaran virus corona berkat deteksi dini, upaya pencegahan serta sistem kesehatan masyarakat tingkat pertama.

Hingga kini, Taiwan mencatat 442 kasus Covid 19 dan hanya tujuh kematian. Sebagian besar pasien telah sembuh dan hanya tersisa 14 kasus aktif. Untuk saat ini, belum ada obat atau vaksin yang disetujui untuk Ccovid 19, namun negara negara Uni Eropa telah memberikan remdesivir pada pasien berdasarkan aturan penggunaan. Jepang dan Inggris, mengizinkan penggunaan obat tersebut dan mulai memberikannya pada pasien Covid 19.

Amerika Serikat, pasar farmasi terbesar di dunia, telah memberikan kewenangan penggunaan darurat remdesivir untuk Covid 19, namun belum menyetujui penggunaannya secara luas. Gilead Sciences Inc telah mempublikasikan hasil studi yang menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara pengobatan remdesivir selama 5 hari dan 10 hari untuk pasien Covid 19 yang parah. Gilead mengumumkan temuan temuan terpenting dari uji coba 29 April. Hasilnya diterbitkan di New England Journal of Medicine.

Uji coba Gilead melibatkan 397 pasien Covid 19 parah yang dirawat di rumah sakit, di mana sebagian besar tidak menggunakan ventilator. Produsen tersebut mengatakan studi, yang tidak mencakup perbandingan plasebo, menunjukkan 14 hari setelah pengobatan dengan obat intravena, 64 persen pasien yang diobati selama 5 hari dan 54 persen yang diobati selama 10 menunjukkan beberapa pemulihan klinis. Setelah 14 hari, 8 persen pasien dari kelompok 5 hari dan 11 persen dari kelompok 10 hari meninggal.

Gilead menyebutkan hasil tersebut jangan diinterpretasikan sebagai indikasi durasi yang lebih singkat bekerja lebih efektif sebab bukti hasil yang lebih baik terjadi sejak dini, mengarahkan para peneliti untuk menghubungkan perbedaan keseimbangan dalam status pasien saat pendaftaran. Kejadian buruk selama pengobatan meliputi mual dan memburuknya gagal pernapasan. Perusahaan menyebutkan 2,5 persen dari pasien di kelompok 5 hari dan 3,6 persen dari kelompok 10 hari menghentikan pengobatan akibat peningkatan enzim hati.

Load More Related Articles
Load More In Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Rasakan Pengalaman Menggores Pena Seperti di Atas Kertas dengan Galaxy Note20 Series & S Pen

Duet maut Galaxy Note20 Series dan S Pen dapat membawa penggunanya menikmati pengalaman me…