Home Nasional IKA Unhan: Capres Terpilih Harus Rekatkan Kembali Persatuan

IKA Unhan: Capres Terpilih Harus Rekatkan Kembali Persatuan

3 min read
0
0
3

Pemilihan Umum (Pemilu) yang diselenggarakan pada 17 April 2019, diharapkan mampu menghadirkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden yang mampu merekatkan kembali semangat persatuan di tengah masyarakat. Hal ini menyusul tingkat polarisasi di tengah masyarakat yang begitu tajam pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019. Masyarakat seolah terbelah mendukung pasangan Calon Presiden (Capres).

Situasi ini tentunya menimbulkan keprihatinan karena berpotensi menciptakan perpecahan di masyarakat. Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Pertahanan Nasional (IKA Unhan) Heru Budi Wasesa mengatakan, polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat bukan dipicu karena permasalah Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA), namun lebih kepada fanatisme yang berlebihan para pendukung terhadap pasangan Capres ‘Jagoan’ mereka. Kondisi ini semakin ‘memanas’ karena elite politik yang mengompori massa pendukungnya. Kerap kali, selama tahapan kampanye ini masyarakat disuguhi elite dengan isu yang menyerang dan menyudutkan lawan politiknya.

“Sudah saatnya menjelang pencoblosan, semua pihak dari kedua belah pihak mengendepankan semangat persatuan. Terutama para elit agar bisa menjadi teladan bagi para pendukung dengan prilaku maupun statemenya yang menyejukan dan simpatik. Sudah cukup hampir dua tahun ini kita ribut soal Capres. Saatnya menurunkan ego untuk bersikap kenegarawanan,” kata Heru dalam keterangan yang diterima, Sabtu (13/4/2019). Heru berharap siapa pun pasangan Presiden yang terpilih nantinya bisa menetralisir polarisasi yang terjadi di masyarakat. Begitu pula kepada para pendukung, dia meminta untuk mendukung siapa pun Presiden terpilih nantinya.

Pasalnya, Heru menyatakan kedua pasangan Capres, baik Jokowi KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Sandiaga merupakan putra baik bangsa yang memiliki tujuan untuk terus memajukan Indonesia. “Ketika dilantik nanti, tidak ada lagi istilah Presidennya si A dan si B. Capres terpilih adalah pasangan Presiden Indonesia. Kita harus dukung, namun tetap harus kritis bila ada kebijakan yang tidak pro rakyat dan bertentangan dengan NKRI dan ideologi Pancasila. Jadi setelah pencoblosan kita harus kembali bersatu. Bersama membangun Indonesia agar lebih berjaya. Tidak ada lagi istilah Cebong dan Kampret,” kata Heru.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Jika Tak Ada Keluhan Tak Masalah Pemerintah akan Lacak Orang Terdekat 2 WNI Positif Corona Terawan

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan menelusuri satu per satu orang yang melakuka…