Home Nasional Gus Mus dan Gus Muwafiq Sindir Doa Neno Warisman di Munajat 212: Akting Boleh Tapi Jangan Berlebihan

Gus Mus dan Gus Muwafiq Sindir Doa Neno Warisman di Munajat 212: Akting Boleh Tapi Jangan Berlebihan

5 min read
0
0
6

Ulama Nahdlatul Ulama (NU) asal Yogyakarta, KH Ahmad Muwafiq atau yang dikenal Gus Muwafiq ikut berkomentar soal doa Neno Warisman di Munajat 212. Ia tampaknya sedih dan miris dengan doa yang dipanjatkan oleh Neno Warisman di depan publik tersebut. Bahkan, ia menyebut kalau yang dilakukan Neno Warisman itu tak ubahnya seperti akting saja.

Pernyataan itu disampaikan Gus Muwafiq di acara Silaturahmi Kebangsaan dan Doa Bersama untuk Negeri di Hall D1 Jiexpo, Jakarta, Sabtu (23/2/2019). Menurut Gus Muwafiq, doa yang disampaikan oleh Neno Warisman itu sangat menyakitkan. Ia memang tak menyebut nama, namun Gus Muwafiq berulang kali membacakan doa yang dipanjatkan oleh Neno Warisman tersebut.

Bahkan di postingan YouTube nya, diberi judul 'Video Viral Puisi Do'a Neno Warisman direspon Gus Muwafiq', dan kini jadi trending #5 di Youtube. "Terakhir ini juga apalagi yang kemarin malam, berdoa dengan sangat tidak enak untuk didengarkan. Seorang perempuan yang kita sebut sebagai ustazah, berdoa dengan sangat menyakitkan hati bangsa Indonesia," ujarnya pada acara tersebut. Gus Muwafiq kemudian menjelaskan tentang sosok ustazah yang ia maksud.

"Apa? Ya kita denger sendiri lah doanya, 'Kalau sampai tidak kau menangkan kami, maka aku khawatir tidak ada lagi yang menyembah Mu'," kata Gus Muwafiq mencontohkan. Ia pun mempertanyakan, siapa yang dimaksud oleh Neno Warisman tersebut. Sebab menurutnya, kedua pasangan capres cawapres merupakan muslim.

"Siapa yang kamu maksud itu? Dua calon ini sama sama muslim, Pak Jokowi Muslim, Pak Prabowo Muslim, bahkan wakilnya Pak Jokowi Kyai Ma'ruf Amin, wakilnya Pak Prabowo Santri Milenial," katanya disambut tawa para jamaah. Ia pun memberikan contoh doa yang lebih masuk akal. "Kenapa kau sebut kalau salah satu kalah, kalau tidak memenangkan tidak ada lagi yang menyembah Allah. Ini doa apa? Jangan gitu, kalau kami kalah dalam pilres, aku khawatir bendunganku nggak jadi, nah itu masuk akal," katanya lagi.

"Ini orang berdoa serem, saya nggak bisa membayangkan," kata miris. Gus Muwafiq juga menyindir doa yang dipanjatkan Neno Warisman itu hanya sebatas akting, namun terlalu berlebihan. "Jangan begitu berlebihan, akting boleh tapi jangan berlebihan. Ini saya sampaikan, sama sama beragama, sama sama berbangsa, sama sama bernegara, kita lindungi bangsa ini, belajarlah kepada bangsa bangsa yang lain," bebernya.

Tak hanya Gus Muwafiq, Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus juga ikut menyindir doa tersebut. Hal itu disampaikan Gus Mus saat Haul ke 9 Gus Dur di Solo. Dilansir dari Youtube Ayyada TV dengan judul "KH. A. MUSTOFA BISRI (#GusMus) Haul Ke 9 KPA. KH. Abdurrahman Wahid (#GusDur) di Solo", Gus Mus mengatakan kalau ketakutan bukan ciri ciri wali.

"Menurut Al Quran, ciri cirinya wali adalah tidak ditaklukan oleh rasa takut dan tidak pernah bersedih," ujarnya di hadapan jutaan orang. Menurutnya, takut boleh saja, tapi seorang wali tidak pernah takluk dengan ketakutan. "Tak pernah kemudian karena takut kalah terus korupsi, tidak. Karena takut kalah kemudian mengancam Gusti Allah," ujarnya kemudian disambut riuh para jamaah.

"Tidak pernah takut, takut ya takut tapi tidak pernah ketakutan itu mengalahkan dirinya, Ini ciri wali," tambahnya lagi.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Maksud di Balik Kode ”Siap Mainkan” Dalam Kasus Suap Harun Masiku-Wahyu Setiawan

Terdakwa Saeful Bahri didakwa memberikan suap SGD 19 ribu dan SGD 38 ribu atau setara Rp 6…