Home Metropolitan Bupati Bogor Ngaku Belum Pernah Diundang Anies buat Pengendalian Banjir Terkejutnya Najwa Shihab

Bupati Bogor Ngaku Belum Pernah Diundang Anies buat Pengendalian Banjir Terkejutnya Najwa Shihab

8 min read
0
0
4

Pengakuan Bupati Bogor Ade Yasin membuat presenter Najwa Shihab terheran heran mendengarnya. Keheranan Najwa Shihab itu muncul setelah Ade Yasin mengaku belum pernah diundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk pengendalian banjir. Bahkan, Bupati Bogor itu menjelaskan, hanya berkoordinasi intens dengan Kementerian PUPR untuk pengendalian banjir di Jakarta.

Hal tersebut diungkap Ade Yasin saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa tayang pada Rabu (26/2/2020). Mulanya, Najwa Shihab menjelaskan jika kawasan Bogor kerap dijadikan sebagai kambing hitam saat DKI Jakarta kebanjiran. "Bogor adalah daerah yang selalu disalahkan kalau ada banjir. 'Ini gara gara air kiriman Bogor'. Sudah pasrah atau ada rasa marah ?" ucap Najwa Shihab.

Ade Yasin lantas menyatakan, Bogor tak selalu menjadi penyebab Jakarta banjir. Ia lantas menjelaskan beberapa peristiwa banjir yang tejadi saat tahun baru 2020 hingga Februari 2020 saat ini. Ade Yasin menilai, Bogor turut kebanjiran ketika Jakarta banjir di tahun baru 2020.

"Berkaca pada tahun baru, semua banjir di Bogor juga. Itu akibat luapan air dari sungai Cikeas dan Cileungsi dari Bogor ke Bekasi. Jadi air itu mengalir ke Bekasi." "Lalu ada lagi dari Kali Cidurian. Itu mengalir dari Bogor ke Lebak. Kita lihat aliran sungainya, dua duanya tidak ke Jakarta. Ada Ciliwung tetapi tidak begitu hebat, tinggi meter airnya, tapi di Jakarta meluas," tegas Ade Yasin. Kendati demikian, Ade Yasin menilai banjir di Jakarta tak selalu salah Bogor.

Keyakinan tersebut diperoleh Ade Yasin ketika melihat banjir yang terjadi di Jakarta pada 25 Februari 2020. Saat Jakarta banjir, kondisi Katulampa normal dengan ketinggian air yang tidak tergolong dalam siaga berbahaya. Adanya hal tersebut, Ade Yasin menuturkan, Bogor tak berkontribusi terhadap banjir di Jakarta yang terjadi di dua hari lalu.

Mendengar hal tersebut, Najwa Shihab lantas mencecarnya. "Jadi Jakarta banjir, Bogor gak banjir bu?" cecar Najwa Shihab. "Gak banjir," aku Ade Yasin.

"Hujan terus gak bu?" tanya Najwa Shihab. "Hujan sebentar tetapi rintik kecil. Artinya, mana kontribusi Bogor ke Jakarta, kan enggak ada," tegas Ade Yasin. "Salah Jakarta semua ya berarti?" aku Najwa Shihab.

"Saya tak menyalahkan, kita diberi keuntungan, diberi rahmat oleh Allah. Kita ada di atas, lebih tinggi dari Jakarta," ungkap Ade Yasin. Kemudian, Ade Yasin menuturkan beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk pengendalian banjir di Jakarta. "Ada upaya yang dilakukan oleh kementerian PUPR. Meneruskan kembali waduk Cimahi. Akan dibangun waduk Cibeet. Bogor sebagai pengendali memang iya dengan membangun waduk. Tetapi itu dibangun oleh PUPR, tidak ada yang dibangun oleh DKI. Padahal ini untuk kepentingan DKI," papar Ade Yasin.

Untuk itu, Ade Yasin menyatakan, pihak yang selama ini bekerja sama dengan Bogor untuk mengendalikan air demi mengatasi banjir merupakan Kementerian PUPR. "Saya berusaha membantu bagaimana kita bisa mengendalikan air, pemerintah daerah khususnya dibantu oleh PUPR," aku Ade Yasin. "Jadi lebih banyak PUPR yang kerja?" cecar Najwa Shihab.

"Iya karena rata rata proyek PUPR," jawab Ade Yasin. Lebih lanjut Ade Yasin menegaskan, seharusnya ada 11 kota kabupaten plus DKI Jakarta yang berkoordinasi soal pengendalian banjir. Meski demikian, Ade Yasin menuturkan, pihaknya belum pernah sama sekali diundang Pemprov DKI Jakarta untuk berdiskusi.

Sontak pengakuan Ade Yasin itu membuat Najwa Shihab kaget dan terheran heran. "Sampai hari ini karena kita Bupati, levelnya lebih rendah barangkali dari Gubernur. Sampai hari ini kita belum juga, minimal diundang atau apa," jelas Ade Yasin. "Belum diundang oleh?" cecar Najwa Shihab.

"Calon bos bapak (red:cawagub DKI Jakarta)," aku Ade Yasin. "Jadi sampai sekarang Gubernur DKI belum mengundang?" tegas Najwa Shihab. "Belum, kita belum diajak bicara masalah pengendalian banjir. Hanya diajak Kementerian PUPR," imbuh Ade Yasin.

Heran dengan pengakuan Ade Yasin, Najwa Shihab lantas mempertanyakannya kepada Sekda DKI Jakarta Saefullah. Meski demikian, Saefullah berdalih telah ada forum bersama Bupati Bogor. "Bagaimana bisa Pak Sekda? Enggak diundang Ibu Bupati ?"tegas Najwa Shihab.

"Kan ada forum," kata Saefullah. "Maunya diundang khusus Pak," celetuk Najwa Shihab. "Enggak juga sih Pak. Cuma kita harus sama sama aja gitu loh," ungkap Ade Yasin.

"Selama ini tidak dilibatkan, tidak cukup intens," jawab Najwa Shihab. Dicecar mengenai hal tersebut, Sekda DKI Jakarta itu malah menjelaskan soal peran dari pemerintah pusat dalam pengendalian banjir. "Jadi begini, di sini pemerintah pusat harus ambil alih. Ada kementerian yang koordinasi tentang tata ruang. Karena ruang di Jakarta sudah begitu sempit," ucap Saefullah.

"Soalnya dikasih izin terus sih mall mall yang berdiri. Gimana enggak sempit ?" sindir Najwa Shihab.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pelaku Diduga Incar Pengendara Motor Sudah Ada 3 Kejadian Rentetan Penembakan Misterius di Serpong

Beberapa hari terakhir, warga Serpong, Tangerang Selatan digegerkan dengan adanya peristiw…